Saturday, September 29, 2018

Al Kabair : Dosa-dosa Besar

Penulis: Imam Adz-Dzahabi 

Penerjemah: Umar Mujtahid, Lc 

Penerbit: Ummul Qura 

SOFT COVER 

HARGA SEBELUM DISKON = Rp. 99.000,- 

Buku Dosa Dosa Besar adalah sebuah buku atau kitab yang ditulis oleh Imam Adz Dzahabi. Buku ini merupakan terjemahan dari Kitab Al kabair, diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Ummul Qura. Buku ini menjelaskan sebanyak 70 dosa besar yang harus kita waspadai dan kita hindari untuk tidak kita lakukan. Sinopsis Buku Dosa Dosa Besar karya Imam Adz Dzahabi, terjemahan Kitab Al Kabair terbitan Ummul Qura. Buku Dosa Dosa Besar karya Imam Adz Dzahabi terbitan Ummul Qura Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang untuk dikerjakan, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa mu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga) QS An Nisa: 31 Semua dosa tak peduli besar atau kecil, harus dijauhi. Sebab, meremehkan dosa kecil akan membuatnya menumpuk sehingga menjadi besar. Namun, memilah dan memahami dosa-dosa besar juga penting. Selain menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalamnya, menjauhi dosa besar juga mendatangkan manfaat bagi pelakunya. Karena, dosa-dosa kecil akan diampuni selagi kita tidak mengerjakan perbuatan yang termasuk dosa besar. Maka, mempelajari dosa-dosa besar adalah salah satu ilmu utama yang harus diketahui orang Islam. Buku ini berbicara tentang 70 dosa besar secara detail. Karya terjemahan dari kitab fenomenal al-Kabair karya Imam Adz-Dzahabi ini dilengkapi tahqiq guna menyempurnakan kitab aslinya. Di samping menelusuri sumber rujukan dan derajat riwayat dari hikayat yang disajikan, pentahqiq juga menjelaskan kosa kata asing dalam matan hadits, serta menerjemahkan profil nama-nama orang yang disebut dalam kitab ini. Biografi Singkat Imam Adz Dzahabi Imam Adz-Dzahabi, seorang hafizh, ahli hadits, peneliti, kritikus dan ahli sejarah. Dilahirkan pada 7 Oktober 1274 M dan wafat pada tahun 1349 M di Damaskus. Masyhur dengan hafalannya yang kuat, cerdas, wara, zuhud, lurus aqidahnya, serta fasih lisannya. Beliau menempuh perjalanan yang jauh dalam mencari ilmu. Syam, Mesir, dan Hijaz (Mekah dan Madinah) merupakan destinasi perjalanan beliau dalam menuntut butiran-butiran ilmu. Di antara para ulama yang menjadi guru-guru beliau adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Al-Hafizh Jamaluddin Yusuf bin Abdurrahman al-Mizzi, dan al-Hafizh Alamuddin Abdul Qasim bin Muhammad al-Birzali. Selama kurun waktu 75 tahun dikurangi masa-masa belajarnya, beliau berhasil menulis lebih dari 100 karya, yang artinya hampir tiap tahun beliau menghasilkan dua karya tulis.

No comments:

Post a Comment